Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Berlibur? Perhatikan Tips Persiapannya

Hari libur merupakan hari yang paling dinanti. Bagaimana tidak? Biasanya, pada hari tersebut digunakan untuk berkumpul bersama keluarga atau teman, untuk berlibur atau sekedar jalan – jalan bersama. Bagi beberapa orang, kendaraan roda dua dianggap transportasi yang paling efektif saat berlibur atau menghabiskan akhir pekan karena berkendara dengan kendaraan roda dua adalah cara atau pilihan untuk menghindari kemacetan. Namun, di samping itu perlu diingat bahwa kendaraan roda dua juga rentan akan kecelakaan. Untuk itu, dalam berkendara harus selalu sigap dan waspada.

Adapun kelebihan menggunakan kendaraan roda dua untuk transportasi mudik adalah sebagai berikut:

Sumber gambar:okezone.com
  1. Dapat diandalkan pada saat terjadinya kemacetan
  2. Mudah berhenti untuk beristirahat
Selain kelebihan,  ada pula kekurangan menggunakan kendaraan roda dua ini:

Sumber gambar:kompas.com
  1. Kerepotan ketika menghadapi cuaca panas dan hujan
  2. Tidak dapat membawa terlalu banyak barang, karena menyulitkan pada saat mengemudi
Selain kedua hal tersebut, pastinya masih banyak hal-hal lainnya.

Sumber gambar:otonesia.co.id
Walaupun kendaraan roda dua (motor) dapat diandalkan pada saat kemacetan, namun sangat tidak dianjurkan untuk perjalanan jauh. Faktor lelah karena perjalanan jauh menjadikan pengemudi tidak awas, sehingga terjadi kecelakaan. Selain lelah, beberapa kecelakaan terjadi karena faktor cuaca sehingga tingkat visibilitas (pandangan) pengemudi terganggu dan terlambat bereaksi. Untuk itu, bagi pengendara roda dua siapkan hal – hal berikut saat akan berkendara.

Tips persiapan bagi pengemudi roda dua

Keselamatan adalah hal yang terpenting, untuk itu selalu gunakan perangkat safety riding saat berkendara. Untuk pengendara kendaraan roda dua, perangkat safety riding yang digunakan adalah, seperti sarung tangan, sepatu, jacket dan helm dengan ukuran yang sesuai.
Untuk sarung tangan dan jacket, gunakan material yang tidak terlalu tebal dan tidak sempit sehingga tangan tidak mudah lelah ataupun kesemutan.

Selain itu, selalu bawa SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Naik Kendaraan) kemana pun saat berkendara.

Selalu siapkan jas hujan di dalam jok motor, terlebih saat musim hujan tiba. Hal ini untuk mengantisipasi pakaian Anda tidak basah dan meminimalisir agar kondisi badan tidak mudah sakit akibat kehujanan.

Dalam menggunakan helm, sebaiknya perhatikan hal - hal berikut.

Sumber gambar;okezon.com
  • Visor (kaca helm)
Gunakan helm dengan visor (kaca depan) yang jernih, tidak cembung dan bersih. Kaca helm yang cembung akan memberikan gangguan bagi mata kita dan pada penggunaan jangka lama akan mengakibatkan pusing karena gangguan pengelihatan. Kaca yang cembung juga mengacaukan jarak pandang asli antara motor yang kita kemudikan dengan kendaraan di depan kita.
Apabila kondisi mulai mengantuk, buka visor kaca helm Anda beberapa saat untuk mengalirkan udara segar. Sirkulasi udara harus diperhatikan agar Anda tetap dapat nyaman berkendara.
Kaca depan sebaiknya tidak mengandung warna, karena kembali dapat mengganggu pengelihatan pengemudi, khususnya pada saat cuaca mendung atau malam hari. Gunakan kaca dengan double visor, untuk mengurangi masuknya sinar matahari, agar pengemudi terhindar dari silaunya sinar matahari.
Pastikan kaca permukaan helm Anda bersih dari kotoran dan tidak ada goresan pada permukaannya. Goresan pada permukaan kaca mengakibatkan pandangan menjadi silau khususnya ketika malam hari saat kita berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan. Hal ini kerap kali mengganggu pengemudi. Apabila kaca helm Anda sudah memiliki banyak goresan, lebih baik visor dibuka pada saat perjalanan malam hari dan cuaca tidak hujan.
  • Sertifikasi Keamanan Helm
Gunakan helm yang telah terdaftar dan teruji keamanannya. SNI sertifikasi nasional Indonesia atau lebih baik lagi dengan DOT sertifikasi keamanan dari Eropa, dapat menjadi acuan helm tersebut aman dari benturan.

 
  • Lubang Angin pada Helm
Karena perjalanan yang akan ditempuh jauh, pastikan helm yang anda gunakan aman dan juga nyaman pada saat dipergunakan. Ventilation hole (lubang angin) pada helm, harus dapat mengalirkan udara, termasuk membuang hawa panas ketika dipergunakan, sehingga pengemudi tidak merasa pengap atau gerah pada saat menggunakan helm. Sirkulasi udara yang ada pada helm harus dapat mengalir dan menurunkan temperatur udara pada rambut atau tempurung kepala kita.


Jangan memaksakan keadaan ketika mulai terjadi kelelahan pada saat mengemudi, lakukan beberapa perhentian untuk membuka helm dan menyegarkan pandangan dan memberikan kesejukan bagi kepala Anda. Berhentilah sesaat apabila terjadi hujan dengan intensitas yang cukup besar, karena mengakibatkan pandangan yang terganggu dan handling motor akan lebih menurun pada saat jalan tergenang air hujan.
  • Ukuran Helm
Gunakan helm yang sesuai dengan ukuran kepala Anda. Helm yang terlalu sempit akan membuat Anda cepat pusing dan lelah pada perjalanan dan helm yang terlalu longgar membahayakan karena mudah terlepas, khususnya ketika Anda terkena jalan bergelombang. Pastikan mengunci stripping helm, sesaat sebelum Anda mulai mengemudi, agar terhindar dari terlepasnya helm saat mengemudi.

 

Penggunaan helm yang tepat, selain memberikan keamanan, juga membuat Anda nyaman dalam menempuh perjalanan jauh.

Semoga artikel tersebut bermanfaat.


Sumber : gurahmesin.com


Cara Pemasangan FEMAX Penghemat BBM Motor Karburasi



Setelah membahas mengenai Cara Pasang FEMAX Penghemat BBM untuk Motor Injeksi pada artikel sebelumnya, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Cara Pemasangan FEMAX Penghemat BBM Motor Karburasi.

Apa sih bedanya??

Berbeda memang, pemasangan FEMAX Penghemat BBM untuk jenis karburasi memerlukan pemasangan arus listrik untuk membuat penghematan bahan bakar minyak (BBM) lebih maksimal. Walaupun prinsip dari alat penghemat FEMAX sama untuk jenis kendaraan injeksi maupun karburasi, yaitu magnetism. Namun, karena pada kendaraan jenis karburasi belum memiliki sistem pengapian yang baik, maka untuk penghematan maksimal dari alat penghemat BBM FEMAX Karburasi memerlukan arus listrik, yaitu dengan menghubungkan FEMAX ke rangka/body motor juga ke IG Kontak.

Seperti apa pemasangannya??
Untuk lebih jelasnya, perhatikan ilustrasi berikut.

BAGIAN I : Pemasangan FEMAX Penghemat BBM di Saluran/Selang Bahan Bakar
  1. Cari saluran/selang bahan bakar arah masuk karburator, lalu letakkan alat penghemat BBM FEMAX Karburasi di selang tersebut. Posisikan FEMAX di posisi aman, kemudian ukur selang yang akan dipotong.
  2. Potong selang bahan bakar sesuai dengan letak FEMAX tadi.
  3. Pasang FEMAX pada kedua selang bahan bakar tersebut dengan cara memasukkan FEMAX ke lubang selang bahan bakar. Posisikan lampu indikator FEMAX berada di sisi bagian terluar (mudah dilihat).
  4. Jika selang bahan bakar masih terlalu panjang (ada kemungkinan tertekuk), guntinglah selang bahan bakar tersebut sehingga tidak menyebabkan selang bahan bakar tertekuk atau tertekan. Kemudian pasang selang tersebut, pastikan pemasangan benar-benar rapat dan kuat sehingga tidak meninmbulkan kebocoran bahan bakar.
  5. Setelah FEMAX Penghemat BBM Karburasi terpasang, ikat FEMAX pada rangka/body motor menggunakan kabel "Tie" untuk menjaga agar FEMAX tidak lepas dan terjatuh.
BAGIAN II : Pemasangan Kabel Hitam FEMAX ke Rangka/Body Motor

  1. Pada bagian ke-2 ini merupakan langkah untuk menentukan massa. Pertama, tentukan baut pada rangka/body motor yang akan dipasang kabel massa (sebaiknya baut berada sedekat mungkin dengan letak FEMAX tadi). Kupas ujung kabel hitam yang ada pada FEMAX, kira-kira 1-2cm.
  2. Pasangkan klem massa pada ujung kabel hitam yang terkelupas tadi menggunakan tang.
  3. Potong sedikit ujung klem massa tadi, hingga membentuk menyerupai setengah lingkaran. Kendorkan baut yang ada pada rangka/body motor tadi (jangan sampai baut terlepas).
  4. Kemudian pasangkan kabel klem massa tadi dengan cara menjepitkan klem massa di antara baut. Kencangkan kembali baut tadi. Pastikan pemasangannya kuat dan kencang sehingga tidak akan terlepas.
*) Jika kabel hitam pada FEMAX Penghemat BBM karburasi pendek (tidak menjangkau hingga baut pada rangka/body motor), Anda bisa menyambungkannya menggunakan kabel yang telah tersedia.

BAGIAN III : Pemasangan Kabel Merah FEMAX ke IG Kontak
  1. Selanjutnya menghubungkan kabel merah FEMAX ke IG kontak untuk mendapatkan arus listrik. Pertama, kupas ujung kabel merah yang ada pada FEMAX Penghemat BBM Karburasi, kira-kira 1-2cm.
  2. Ambil kabel merah panjang (tersedia di dalam kemasan FEMAX), kupas ujungnya. Kemudian hubungkan dengan kabel merah FEMAX tadi dengan cara melilitkannya. Lapisi lilitan kabel menggunakan lakban/plaster agar tidak mudah lepas dan tidak menimbulkan konsleting.
  3. Tarik ujung kabel merah ke arah IG kontak (masukkan melalui kolong/bawah mesin supaya rapi). Kupas ujungnya kira-kira 1-2cm, lalu lilit kabel dengan cara diplintir. Lepaskan konektor IG kontak, lalu masukkan lilitan kabel tadi ke lubang konektor IG Kontak, tekuk ujungnya ke bagian dalam, agar tidak mudah terlepas.
  4. Cek pemasangan dengan memposisikan kontak dalam posisi ON, maka lampu indikator FEMAX akan menyala, sebaliknya jika kontak diposisikan dalam keadaan OFF, maka lampu indikator FEMAX akan mati. Lampu indikator ini merupakan cara untuk menentukan apakah pemasangan FEMAX benar atau tidak.
  5. Rapikan kabel-kabel tadi menggunakan kabel "Tie" dengan cara mengikatnya. Gunting sisa ujung kabel "Tie" menggunakan gunting.
  6. Pemasangan FEMAX selesai. 

Cara Pasang FEMAX Penghemat BBM untuk Motor Injeksi


Beda jenis mesin kendaraan, beda pula alat dan cara pemasangan FEMAX Penghemat BBM.

Prinsip alat penghemat BBM untuk kendaraan karburasi dan injeksi sama, yaitu dengan adanya proses magnetism maka bahan bakar yang telah masuk kemudian keluar dari FEMAX alat penghemat BBM ini nilai oktan bahan bakar minyak menjadi lebih baik, tak heran apabila penggunaan bahan bakar PREMIUM serasa pakai PERTAMAX.
Bedanya, untuk kendaraan injeksi FEMAX Penghemat BBM tidak memerlukan pemanas (arus listrik). Hal ini karena sistem pengapian kendaraan untuk jenis injeksi sudah cukup baik, sehingga FEMAX cukup dipasang di saluran bahan bakar tanpa menggunakan pemanas seperti pada FEMAX alat penghemat BBM untuk kendaraan jenis karburasi.

Baca juga : Pakai Motor Matik Injeksi? Yuk Lihat Cara Merawatnya di Sini

Bagi Anda yang masih bingung mengenai cara memasang FEMAX Penghemat BBM untuk motor injeksi dengan benar, simak penjelasan berikut :


Langkah-langkah Pemasangan FEMAX Penghemat BBM (Motor Injeksi)

  1. Buka kap mesin motor yang ada di bagian bawah jok.
  2. Cari saluran/selang bahan bakar, yaitu selang dari tangki bahan bakar arah menuju karburator.
  3. Setelah menemukan selang/saluran bahan bakar, posisikan FEMAX Penghemat BBM di tempat yang AMAN (tidak terbentur dengan komponen lain di mesin).
  4. Pasang FEMAX Injection pada selang/saluran bahan bakar tersebut, yaitu dengan cara menjepit selang bahan bakar di antara alat FEMAX ini. (Gambar 1 dan 2).
  5. Lalu ikat FEMAX Penghemat BBM menggunakan kabel "Tie". Pastikan mengikatnya dengan kuat (tidak kendur/goyang). (Gambar nomor 3).
  6. Rapikan sisa ujung kabel "Tie" dengan cara memotongnya menggunakan gunting. (Gambar nomor 4).

Jika Anda masih merasa kesulitan dengan penjelasan dn ilustrasi gambar di atas, Anda bisa melihat Video berikut ini, mengenai Cara Pemasangan FEMAX Penghemat BBM Motor Injeksi.




Perhatikan Penggunaan Kaca Spion Kendaraanmu!



Setelah mengetahui fungsi darikaca spion yang ternyata memiliki peran yang penting pada kendaraan, sekarang perhatikan penggunaan kaca spion yang tepat ya!


TIPS Penggunaan Kaca Spion
  • Periksa letak dan arah kaca spion sesuai dengan sudut pandang Anda saat mengemudi supaya memudahkan Anda melihat objek pada kaca spion.
  • Hati-hati saat melihat bayangan objek yang Anda lihat pada kaca spion karena jarak objek sebenarnya  lebih dekat daripada jarak objek yang tampak pada kaca spion.
  • Untuk mobil, saat parkir di tempat yang sempit ada baiknya kaca spion dilipat ketika meninggalkan mobil. Tujunnya untuk menghindari/meminimalisir kaca spion bersinggungan dengan kendaraan lain yang lewat.
  • Manfaatkan fungsi kaca spion saat turun dari kendaraan, khususnya mobil. Sebelum membuka pintu pastikan jarak aman dengan kendaraan lain yang ada di belakang mobil Anda.

Itulah beberapa tips mengenai penggunaan kaca spion. Keselamatan Anda yang terpenting, namun perhatikan juga keselamatan orang lain saat Anda sedang berkendara. Hati-hati dan tetap waspada saat Anda sedang berkendara. Semoga artikel mengenai penggunaan kaca spion tersebut dapat bermanfaat.

Referensi : dari berbagai sumber

TIPS Aman Motor Matik Lewati Banjir


Memasuki awal Desember, secara perlahan seluruh wilayah Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan berlangsung hingga Februari 2016 dengan puncaknya pada Desember 2015 dan Januari 2016.

Tingginya curah hujan membuat banyak wilayah terkena banjir, tidak terkecuali Jakarta dan sekitarnya serta berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Tips jitu ketika motor, terutama matik terpaksa menerjang atau terendam banjir.

“Jika motor melewati banjir dengan ketinggian mencapai saringan udara, kemungkinan air masuk kedalam mesin bisa terjadi. Segera datang ke bengkel untuk cek kondisi mesin,” buka Ridwan Arifin, Service – Education YIMM.


Selanjutnya, Ridwan Arifin memberi beberapa poin penting ketika motor matik  terkena genangan air. Berikut kiat yang diberikan:

  1. Motor jangan distarter/kick starter karena akan menyebabkan connecting rod bengkok
  2. Lepas busi terlebih dahulu, baru kemudian distarter untuk mengeluarkan air di ruang bakar. Air di dalam knalpot akan keluar melalui lubang pembuangan air
  3. Pastikan oli di dalam mesin tidak tercampur air dengan menguras oli mesin dan mengganti filter oli. Perlu diketahui, oli yang tercampur air akan berubah warna menjadi seperti susu/milky. Ulangi lagi atau lakukan sampai oli tidak tercampur lagi dengan air.
  4. Pastikan di dalam box filter udara/filter udara tidak terdapat air. Untuk keadaan darurat filter udara dapat dilepas, dan sebaiknya ganti dengan yang baru.
  5. Pastikan ruang CVT tidak terdapat air dengan melepas selang indicator/selang pembuangan CVT pada bagian bawah dan melepas filter CVT. Ruang CVT harus selalu kering untuk menghindari selip pada belt CVT dan karat pada area CVT.
  6. Pastikan oli gear transmisi tidak tercampur air dengan menguras oli mesin. Sebab oli yang tercampur air akan berubah warna menjadi seperti susu. Kebanyakan orang lupa untuk memeriksa bagian oli transmisi, karena jika tidak diperiksa biasanya akan menyebabkan suara mendengung (humming) pada bagian gear ratio.
  7. Lakukan perawatan/tune up. Bersihkan busi dan keringkan, ganti jika sudah waktunya, lakukan penyetelan klep, membersihkan throttle body/karburator dan lain-lain.
  8. Jika motor sudah normal/ hidup, cek kompresi dengan menggunakan kompresi gauge untuk memastikan tidak terjadi kebocoran kompresi pada mesin.
Nah,  itulah beberapa tips untuk Anda yang menggunakan motor matik saat melewati banjir atau genangan air.
Semoga bermanfaat, salam Min-GM! J

Sumber : Otosia.com


TIPS : Merawat Mobil Saat Musim Hujan



Saat musim hujan tiba, ada genangan air di mana – mana, sehingga salah satu benda yang rawan terkena imbasnya adalah kendaraan pribadi Anda. Diperlukan perhatian dan kerja ekstra untuk melakukan perawatan kendaraan Anda, khususnya mobil agar tetap berada dalam kondisi prima. Jika tidak dilakukan, dapat berimbas pada kendaraan pribadi Anda, kerusakan mesin akibat terendam air hingga korosi yang menggerogoti bodi mobil Anda, misalnya. Selain dampak negatif tersebut, kecelakaan juga sangat rentan terjadi saat Anda mengendarai mobil di musim hujan. Untuk itu, perlu diperhatikan pula kewaspadaan dan fokus saat mengendarai mobil saat hujan karena jalan biasanya menjadi lebih licin, terlebih apabila ada banyaknya genangan air yang menutupi jalan sehingga tak terlihat bila ada jalanan yang berlubang

Nah, agar kondisi mobil Anda tetap prima saat musim hujan tiba FEMAX Penghemat BBM punya tips untuk Anda.

Langkah Merawat Mobil Saat Musim Hujan
 
Cek Suspensi
Untuk menyikapi itu perlu kewaspadaan ekstra dan tetap memeriksa kondisi mobil Anda agar selalu prima untuk dikendarai. Ada beberapa hal yang perlu dicermati, sebagai contoh periksa sisi suspensi mobil agar mobil mampu dikendalikan di jalanan yang basah dan licin.

Perika Wiper

Periksa fungsi wiper dan pastikan masih berfungsi dengan baik. Hal ini menjadi penting karena air hujan yang menetes di kaca depan terkadang menganggu visibilitas pengendara apabila tidak berfungsi sempurna. Periksa juga kondisi karet wiper mobil Anda, apakah sudah tipis dan perlu diganti. Jika dipaksakan berfungsi dalam keadaan tipis, maka besar kemungkinan akan membuat kaca mobil Anda menjadi baret.

Cuci Bodi Mobil dengan Benar

Seperti kita tahu air hujan banyak mengandung garam dan butir-butir kotoran halus, karena itu jangan langsung mengelapnya, lebih baik basahilah dahulu bodi mobil Anda dengan air bersih sampai merata. Kemudian cucilah mobil dengan sampoo berbusa rendah dan bilaslah kembali secara merata serta mengelapnya. Jangan meninggalkan kotoran atau garam oleh air hujan pada bodi mobil lebih dari 3 hari, karena akan menyebabkan timbulnya karat, jamur serta noda-noda air yang mengering.

Bersihkan Seluruh Bagian
Langkah selanjutnya dalam merawat mobil di musim hujan adalah bersihkan mobil Anda secara menyeluruh, seperti: engsel mobil, tepi bagasi, tepi pintu mobil, tepi kap mesin, dll. Jangan meninggalkan bekas air sehabis mencuci pada bodi mobil terlalu lama karena dapat meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.

Periksa Sistem Pengapian
Periksa komponen sistem pengapian. Cek saat pengapian dan lakukan penyetelan saat pengapian yang tepat. Periksa keadaan koil dan platina. Pastikan busi dalam keadaan bersih dari kotoran, periksa keadaan busi dari kemungkinan elektroda yang aus atau terbakar. Ganti kabel busi bila sudah bocor, keras atau terlalu tua. Pemeriksaan lebih detail harus dilakukan pula pada penutup busi, koil atau distributor. Bila bagian ini terdapat celah atau lobang, guyuran air akan mematikan kelistrikan mobil bersangkutan.

Periksa Sistem Kelistrikan

Periksa komponen sistem kelistrikan apakah semua berfungsi dengan baik, seperti apakah ada kabel yang mengelupas, putus, kendor dan kerusakan lain. Periksa lampu-lampu kendaraan apakah ada yang putus. Periksa pula instrumen switch lampu. Masuknya air dalam sistem kelistrikan dan kabel bakal menyulut terjadinya hubungan arus pendek dan membuat mobil segera mogok jika bagian ini basah.

Periksa Dinamo Starter
Periksa apakah motor starter berfungsi dengan baik. Apakah motor starter lancar, tidak tersendat-sendat. Paling mudah terpantau saat dinamo stater mengalami kerewelan adalah susahnya mesin mobil dihidupkan. Pastikan pula arus yang mengalir ke motor starter kuat untuk memutar motor starter. Bila keempat bagian ini benar-benar tak luput dari pemantauan, mobil bakal jauh dari momok ‘mogok’ walau setiap hari terguyur hujan bahkan saat Anda terpaksa menghadapi genangan air. Saat menghadapi genangan jangan panik, sejauh tak terlampau tinggi kurang dari setengah roda mobil. Dengan perlahan dan pertahankan tekanan gas dalam posisi tetap.

Siapkan P3K di Dalam Mobil
Untuk menyiasati agar musim hujan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya pastikan kesehatan Anda berada dalam kondisi prima. Selain itu, penting untuk memperhatikan kondisi mobil sebagai penunjang agar perjalanan Anda tetap lancar. Selain mengecek kondisi mesin dan sistem kelistrikan mobil, perlengkapan lainnya seperti dongkrak, segi tiga pengaman, dan kotak P3K harus selalu Anda bawa dalam mobil.

Musim hujan boleh datang, tapi aktivitas harus jalan terus. Dengan berperilaku benar saat berkendara disertai dengan pengetahuan tentang merawat mobil di musim hujan yang cukup, Anda sudah ikut membantu sesama pengendara atau pemakai jalan lainnya, paling tidak bisa mengurai masalah kemacetan.


Referensi : carmudi.com & kompasiana.com

Stop!! Jangan Sembarang Menerobos Banjir!


Menerobos banjir berisiko merusak komponen mesin baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Lantas bagaimana dengan ban yang dipaksa menerobos genangan air atau terendam cukup lama?
Menurut Virdan selaku Nasional Technical Support Department Achilles, ban yang telah dipasarkan dan telah mendapat sertifikasi sangat aman digunakan di berbagai kondisi jalan, karena sebelum dipasarkan ban telah melalui berbagai uji kelayakan untuk mematenkan performanya.
"Pada dasarnya ban yang sudah dipasarkan sudah melalui uji kelayakan. Ban ini sudah diujicoba dalam berbagai kondisi ekstrem mulai dari panas sampai dingin. Tidak ada masalah kalau mau menerobos banjir atau terendam, ban tetap aman," ungkapnya.


Namun yang perlu diperhatikan adalah bahaya objek tersembunyi terutama saat menerobos banjir yang berisiko merusak atau merobek ban. Misalnya lubang, paku yang menempel di kayu, bongkahan batu atau semen tajam, pecahan botol dan sebagainya yang bisa menembus ban.
"Masalahnya mungkin bukan karena airnya, tetapi bahaya lain seperti jalan berlubang atau benda tajam yang tak terlihat saat banjir. Air banjir tentu tidak jernih, kita jadi sulit mengetahui apa yang ada di sekitar," jelasnya.


Oleh karena itu, Ia tak menyarankan bagi pengendara untuk menerobos banjir dalam kondisi apapun. Ban yang mengalami kerusakan saat menerobos banjir tentu akan menyulitkan pengendara.
"Disarankan untuk tidak menerobos banjir. Soalnya tidak hanya ban yang terancam kerusakan, mesin yang paling utama," tutupnya.

Sumber : Otosia.com
 

Bagaimana Mengemudi Aman di Tanjakan?


Mengendarai mobil di jalan menanjak memang cukup menantang, terlebih bagi pengemudi pemula. Selain butuh konsentrasi tinggi, juga perlu keterampilan memainkan kopling dan gigi persneling dengan benar agar mobil melaju mulus dan lancar di tanjakan.



Sebab, salah memasukkan gigi persneling atau menginjak kopling, bisa mengakibatkan mobil tidak bisa berjalan, aus pada komponen mobil, bahkan selip. Banyak pengendara mobil yang terbiasa berjalan di daerah datar, saat di daerah yang menanjak dan dalam keadaan macet biasanya pengendara kurang dapat menguasai kendaraannya sendiri. Tak jarang pengemudi merasa grogi bahkan panik ketika harus mengendarai mobil di tanjakan.
Asal – asalan mengendarai mobil di jalan yang menanjak akan berakibat fatal, bisa – bisa mobil mundur dan mengenai kendaraan di belakang. Untuk itu, perlu tahu mengenai cara mengemudi mobil yang benar ketika melewati tanjakan. Berikut ini beberapa trik dan tips cara mengemudikan mobil agar lancar melewati jalan menanjak :
  • Perhatikan penggunaan kopling
Kemudikan mobil dengan gigi persneling 2-3 sesuai dengan kecepatan dan tingginya tanjakan yang ditempuh.
Hindari menggunakan kopling setengah. Saat melalui jalan menanjak, tanpa sadar pengemudi mungkin sering menginjak setengah kopling dengan tujuan agar mobil tidak meluncur turun dan mengenai mobil di belakang. Langkah ini justru akan membuat pelat kopling bekerja ekstra, sehingga menipiskan pelat kopling, mengakibatkan panas yang berlebihan, menimbulkan bau sangit, bahkan selip.
  • Maksimalkan penggunaan rem tangan saat mobil berhenti
Walaupun teknik atau cara berhenti di tanjakan ada 3 teknik, yaitu berhenti dengan rem tangan, berhenti dengan rem kaki, berhenti dengan setengah kopling/kombinasi antara gas dan kopling (selengkapnya di sini). Namun, teknik berhenti yang aman adalah dengan menggunakan rem tangan jika berhenti di tanjakan yang cukup tinggi dan dalam waktu yang lama.
Dengan memaksimalkan penggunaan rem tangan (hand brake) saat mobil berhenti di tanjakan dan menahan laju mobil, hal ini agar mobil tidak mundur saat berada di tanjakan. Tidak menginjak setengah kopling, menetralkan presneling, dan mengaktifkan rem tangan secara otomatis akan mengurangi kerja kopling yang berlebihan.
Saat akan mulai menjalankan mobil, lepas rem tangan diimbangi dengan penggunaan kopling.
  • Melepas rem tangan saat akan mulai menjalankan mobil di tanjakan harus diimbangi dengan penggunaan kopling.
Untuk mobil bertransmisi manual, caranya dengan memindahkan tongkat persneling ke gigi satu, lalu lepas pedal kopling pelan-pelan sambil menginjak pedal gas lebih dalam. Setelah mobil mulai bergerak maju, perlahan lepaskan rem tangan. 
Sedangkan untuk mobil bertransmisi otomatis, caranya hampir sama dengan mobil bertransimisi manual, yaitu setelah memindahkan persneling ke gigi selain P atau N, injak pedal gas sehingga mobil mulai bergerak, lalu perlahan lepaskan rem tangan.
  • Jaga jarak aman dengan mobil di depan
Selalu perhatikan jarak aman dengan mobil di depan. Jangan berhenti terlalu dekat dengan kendaraan di depan ketika mobil berhenti di tanjakan yang terjal, terlebih bila ditambah macet.
 
Apabila jarak mobil dengan mobil di depan sudah cukup aman, jalankan mobil dengan dengan cara memindahkan persneling ke gigi 1 (satu) dan menekan pedal gas, lalu lepas pedal kopling secara perlahan hingga mobil melaju dan turunkan rem tangan secara perlahan agar mobil tidak mundur. Selanjutnya, ulangi langkah tersebut. Dengan menggunakan teknik ini, dapat mengurangi frekuensi penggunaan kopling.

Melakukan teknik yang tepat saat mengendarai mobil di tanjakan akan membuat kopling lebih awet dan terhindar dari kondisi selip. Berkendara pun akan lebih aman dan nyaman.

Referensi : berbagai sumber

Berkendara Mobil di Tanjakan? Perhatikan Ini terlebih Dahulu



Jalan yang menanjak adalah salah satu tantangan bagi pengemudi mobil, apalagi bagi pengemudi pemula. Diperlukan konsentrasi tinggi dan teknik teknik mengemudi mobil yang benar. saat di daerah yang menanjak dan dalam keadaan macet biasanya pengendara kurang dapat menguasai kendaraannya sendiri. Dari yang mobilnya mundur atau raungan mesin yang keras karena pedal gas terlalu ditekan dan kopling kurang diangkat. Untuk itu perlu tahu teknik berhenti yang benar ketika berada di tanjakan. Simak ulasan berikut ini!


Bagaimana jika tiba – tiba mobil harus berhenti di tengah tanjakan?
Ketika hal ini terjadi, Anda dapat menggunakan berapa teknik berhenti, berikut ini.
  • Berhenti dengan Rem Tangan
Teknik ini juga merupakan cara yang aman jika berhenti di tanjakan yang cukup tinggi dan dalam waktu yang lama.

Sumber gambar: otomotif.news.viva.co.id
Caranya:
Injak Pedal Rem Kaki dan Pedal Kopling untuk menghentikan mobil, selanjutnya amankan mobil dengan menarik/mengangkat tuas Rem Tangan dan pindahkan persneling ke gigi netral. Jika akan berjalan kembali, pindahkan persneling ke gigi 1 (satu), tekan pedal gas, lepas kopling sampai terasa mobil sedikit bergetar, dan lepas/turunkan rem tangan pelan-pelan, jika sudah berjalan bantu dengan menginjak gas lebih dalam. Maka mobil akan melaju pelan-pelan tanpa mundur sedikitpun. Jika mobil mundur, berarti pedal kopling kurang diangkat/lepas dan pedal gas kurang diinjak.

Sumber gambar : www.kiosban.com
  • Berhenti dengan Rem Kaki
Teknik ini bertujuan untuk menghentikan mobil sebentar di tanjakan yang tidak terlalu tinggi.
Caranya:
Injak pedal kopling dan pedal rem kaki untuk menghentikan mobil. Selanjutnya jika ingin berjalan kembali, lepas atau angkat  pedal kopling perlahan – lahan hingga terasa mobil sedikit bergetar (yang menandakan tenaga disalurkan ke gigi) atau jalan. Kemudian lepas rem kaki secara perlahan lalu, injak pedal gas hingga berjalan normal.
Teknik ini bagus untuk tanjakan yang kurang tinggi dan berhenti sebentar.
  • Berhenti dengan Setengah Kopling atau Kombinasi  Gas dan Kopling
Sumber gambar : otomotif.news.viva.co.id
Teknik ini digunakan jika situasi jalan mengharuskan kendaraan Anda berhenti dalam waktu yang cukup singkat pada tanjakan yang kurang tinggi.
Caranya:
Untuk menghentikan laju mobil, injak pedal kopling dan menahan pedal gas hingga mobil berhenti. Jika ingin melanjutkan kembali perjalanan, lepas atau angkat pedal kopling secara perlahan, sambil  menginjak  pedal gas.
Kekurangan dari teknik ini, dapat memboroskan bahan bakar (BBM) dan cepat merusak kanvas kopling (kanvas kopling cepat habis), namun tidak ada salahnya jika ingin digunakan.

Meskipun terdapat 3 teknik berhenti di jalan menanjak, namun Admin menyarankan untuk menggunakan teknik berhenti dengan REM TANGAN. Teknik ini adalah teknik paling aman dan akan membuat kanvas kopling mobil Anda awet (tidak cepat habis).

Referensi : dari berbagai sumber

Cara Cerdas Hemat Listrik

Listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting saat ini. Tak hanya di rumah, listrik juga sangat dibutuhkan di area perkantoran, sekolah, gedung, bahkan jalan. Walaupun kini telah digalakkan untuk penggunaan alat hemat energi dan sumber daya alam yang bisa diperbaharui, lampu jalan yang menggunakan tenaga surya misalnya. Namun, kebutuhuan akan energi listrik ini tak bisa dibendung pemakaiannya.

Mengingat bahwa ketersediaan energi listrik terbatas sementara kebutuhan kita dalam menggunakannya tidak pernah selesai, maka untuk meminimalisir bengkaknya tagihan listrik harus disiasati dengan pola hidup hemat, terutama untuk energi listrik. Namun, kerap kali kita memiliki kebiasaan buruk dalam menggunakan listrik, salah satu contohnya adalah menghidupkan lampu saat siang hari. Hal ini berakibat biaya/tagihan listrik membengkak yang efeknya baru akan terasa setelah diakumulasi pada akhir bulan. Belum lagi apabila biaya listrik naik, tentu kita harus merogoh kocek yang dalam untuk kebutuhan listrik setiap bulannya.

Sumber gambar : fiscuswannabe.web.id
Untuk menghindari hal tersebut, langkah penghematan sangat diperlukan. Beberapa  cara dan tips berikut dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari – hari.
  • Mencabut kabel/peralatan dari saklar saat tidak digunakan
Jangan biarkan peralatan terpasang pada saklar ketika sedang tidak digunakan. Baik itu pengisi daya (charger) gadget Anda, TV, setrika, maupun barang elektronik lainnya. Ketika Anda merasa tidak perlu menggunakan listrik untuk itu, sebisa mungkin hindari kebiasaan meninggalkan barang elektronik dengan kabel masih tertancap pada saklar meski dalam keadaan mati atau off. 
Sumber gambar : sbelen.files.wordpress.com 
Karena listrik akan tetap mengalir dalam kabel tersebut ke peralatan elektronik Anda. Jika begini, listrik akan terbuang sia-sia dan Anda harus membayar tagihan listrik yang sebenarnya beberapa persen dari tagihan itu merupakan tagihan listrik yang terbuang percuma. Lebih baik cabut kabel peralatan elektronik dari saklar untuk memutuskan daya listrik yang mengalir dan akhirnya terbuang begitu saja.
  • Menggunakan listrik dengan sistem pulsa
Penggunaan listrik dengan sistem pulsa akan membantu Anda dalam menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik. Listrik pulsa ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang sudah direncanakan sebelumnya dalam satu bulan. Hal ini akan membantu Anda dalam mengontrol pemakaian listrik yang berlebihan dan membuat Anda lebih bijak dalam menggunakan listrik.
Sumber gambar : kompas.com
Ketika pulsa listrik Anda telah habis, maka secara otomatis semua aliran listrik yang ada di rumah Anda akan terputus dan mati sehingga untuk mengaktifkannya kembali Anda harus membeli pulsa listrik lagi. Sistemnya sama seperti pulsa handphone prabayar sehingga Anda bisa menghitung kebutuhan dan meninjau kembali apa saja yang sebenarnya bisa dieliminasi dari pemakaian listrik yang berlebihan dan dialokasikan pada kebutuhan lain yang lebih penting.
  • Memilih perkakas yang efisien
Perkakas rumah tangga dapat menghabiskan sepertiga dari biaya listrik kita. Jika anda membeli lemari es, lemari pembeku, televisi, mesin cuci, mesin pengering pakaian, mesin pencuci piring atau pendingin ruangan yang baru, lihatlah tanda/label pemakaian listrik (Energy Rating)—semakin banyak tanda bintangnya semakin sedikit listrik yang dipakai perkakas itu. Perkakas yang banyak bintangnya mungkin sedikit lebih mahal, tetapi memilih perkakas yang lebih murah tetapi kurang efisien dapat makan lebih banyak biaya dalam jangka panjang.
Untuk itu, sebaiknya Anda menggunakan peralatan elektronik yang hemat energi.
  • Memakai perkakas secara bijak
Lampu yang menyala ketika 'perkakasnya sedang tidak' dipakai yang terdapat di perkakas seperti oven gelombang mikro, televisi dan perangkat game dapat menghabiskan 10 persen dari biaya listrik. Jika ada lampu atau jam kecil, berarti alat ini menggunakan listrik.
Biaya pemakaian dapat dikurangi dengan membiasakan untuk menghindari kebiasaan tidur dengan berbagai peralatan elektronik tertinggal dalam keadaan menyala, sebagai contoh : TV masih menyala ketika tidur dan gadget sedang dalam proses pengisian baterai. Hal tersebut tentu memicu pembengkakan tagihan listrik. Atau mematikan aliran listrik pada perangkat ketika sedang tidak dipakai.
Lampu sebaiknya dimatikan ketika Anda sedang beristirahat selain untuk menghemat biaya listrik juga baik untuk merilekskan tubuh Anda sehingga bisa beristirahat dengan lebih baik.
Sumber gambar : smart-money.com
Jangan pernah meninggalkan gadget Anda dalam keadaan masih mengisi daya ketika Anda memutuskan untuk tidur. Anda mungkin merasa tidak keberatan dalam hal pembayaran tagihan listrik namun risiko lain, seperti baterai menggelembung hingga bocor mengintai.
  • Memanaskan dan mendinginkan secara efisien
Untuk setiap satu derajat kenaikan alat pemanas atau pendingin, pemakaian listrik akan naik kira-kira 5 sampai 10 persen. Agar biaya listrik tetap terkendali, cobalah pasang alat pemanas pada 18-20 derajat Celsius di musim dingin dan sampai 25-27 derajat Celsius di musim panas. Anda dapat menghemat listrik yang anda pakai dengan menutup pintu-pintu dalam rumah dan memanaskan atau mendinginkan kamar-kamar yang anda pakai saja.
  • Mencegah angin masuk ke rumah anda
Mencegah masuknya angin adalah cara yang murah dan mudah untuk menjaga agar rumah anda nyaman dan menghemat sampai seperempat biaya pemanasan dan pendinginan rumah. Dengan menyumbat lubang-lubang di sekitar pintu, lantai, jendela dan papan dasar (skirting board), dan menggunakan penutup lubang angin berbentuk sosis yang diisi pasir atau kain adalah cara yang dapat dikerjakan sendiri.
  • Menggunakan alat penghemat listrik
Untuk menekan tagihan biaya listrik, sebaiknya Anda menggunakan alat penghemat listrik. Karena alat penghemat listrik dapat menghemat pemakaian listrik Anda. 

Setelah mengetahui beberap tips hemat listrik di atas, kini Anda dapat mengaplikasikannya di rumah, atau kantor Anda. Biasakan hal tersebut dalam kehidupan sehari - hari. Bila Anda bijak dalam menggunakan listrik, tentu tagihan biaya listrik menjadi ringan.

Untuk memaksimalkan program hemat listrik Anda, kami menawarkan produk FEMAX Electric Saver atau alat penghemat listrik. Alat ini dapat menekan pemakaian listrik Anda, hemat hingga 40%, juga dilengkapi dengan stecker untuk menghubungkan ke aliran listrik. Instalasinya pun mudah, cukup memasang stecker FEMAX Electric Saver pada stopkontak saluran listrik.  Alat ini juga tidak memerlukan perawatan khusus, cukup bersihkan dari debu dengan mengelapnya juga hindarkan dari air agar tidak merusak komponen dalam alat ini.
GARANSI 1 (satu) Tahun.

Femax Electric Saver (Alat Penghemat Listrik)
Instalasi Femax Electric Saver

Kalau bisa hemat? Mengapa tidak?
Dengan penggunaan listrik yang hemat dapat menekan pengeluaran Anda bukan? Jadi, Anda dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan lain.

"Daripada listrik boros dan tagihan membengkak, pakai FEMAX Electric Saver aja!"


Informasi dan pemesanan :
WA/C/SMS: 0811-295-762 - 0818-214-011 -0822-4233-9765
PIN : 26A63418

Konsultasi 24 jam GRATIS
*)Barang dikirim via JNE

Semoga tips tersebut bermanfaat.


Sumber : gurahmesin.com